Bromo dan Suku Tengger : HP Nyemplung ke Kawah, Diselamatkan Warga Tengger

hendro, 28 Nov 2019, PDF
Share w.App T.Me
INDONESIASATU.CO.ID:

Malang:Keindahan gunung Bromo mungkin sudah banyak terdengar di kalangan wisatawan lokal juga mancanegara.Gunung yang melegenda dengan berbagai macam kisahnya yang menarik ini tidak pernah sepi dari pengunjung yang ingin menikmati keindahan alam di gunung yang juga menjadi salah satu destinasi wisata andalan di Jawa Timur ini.

Sensasi berbeda terasa saat kita mulai masuk di area kaki gunung Bromo dengan lukisan alam yang sangat indah ciptaanNYA.Hamparan padang pasir menyambut kita begitu memasuki wilayah kaki gunung dan juga terdapat karpet alam berupa rerumputan juga tumbuhan yang hijau terlihat berjajar rapi sedap menyegarkan dipandang mata.Setiap sudut alam di kawasan Bromo tak henti-hentinya memanjakan mata dan hawa parfum alamnya sangat menyegarkan rongga pernapasan kita serta energinya merasuk ke dalam jasmani juga rohani kita.

Tak salah apabila banyak kalangan umat beragama berkunjung ke Bromo hanya untuk mencari ketenangan bathin saat memanjatkan doa kepadaNYA.Namun bukan hanya itu saja, mulai dari kawasan kaki gunung yang dibabat alas pertama kali oleh legenda Ki Joko Seger dan Nyi Roro Anteng ini juga menampilkan beberapa keunikan budaya setempat seakan membuat kita kembali terbayang ke masa lalu.

Ki Joko Seger dan  Nyi Roro Anteng, sepasang suami istri yang masih keturunan dari kerajaan Majapahit ini adalah yang pertama kali babat alas mendiami lereng gunung  Bromo saat kerajaan Nusantara terbesar Majapahit dilanda perang saudara dan  beberapa kerabat juga pengikut kerajaan melarikan diri ke beberapa wilayah Nusantara antara lain ke Bali juga ke Bromo.Di kaki gunung Bromo inilah akhirnya Ki Joko Seger dan Nyi Roro Anteng membentuk pemukiman baru dan  beranak cucu disini.Dan keturunan dari mereka disebut masyarakat suku Tengger dan masih memegang teguh adat istiadat  nenek moyangnya.

Keramahan dari masyarakat Tengger di gunung Bromo ini sangat melekat dan nampak dari tutur kata juga perilaku mereka.Kebetulan tanpa sengaja komunitas Motor Trail Cangkrukan Teras Melody saat berwisata ke gunung yang megah dan penuh nuansa mistik ini pada 26/11/2019  berkesempatan naik ke puncak Bromo dan menikmati kemegahannya dari atas lereng gunung yang kawahnya mengeluarkan asap putih bersih.Di bibir kawah kami menikmati keindahannya serta dalam hati sambil melantunkan doa kepada yang Maha Kuasa juga kepada mengirim doa kepada leluhur Bromo yang telah berjasa ikut merawat gunung ciptaan Tuhan ini sejak berabad-abad lamanya.Terlihat juga beberapa warga suku Tengger menyewakan kuda untuk membawa wisatawan yang akan naik ke puncak Bromo.

Salah satu rekan kami sedang asyik menelpon keluarganya dan tanpa sengaja Androidnya terlepas dari tangannya serta jatuh ke dalam kawah Bromo.Beruntung Android yang harganya senilai 1 motor matic ini jatuh tidak jauh dari bibir kawah Bromo.Seorang rekan kami berinisiatif akan menolong mengambil android tersebut, akan tetapi dilarang oleh seorang warga masyarakat bernama Sugeng.Sugeng yang sehari-hari juga ikut membantu kebersihan di sekitar    Bromo ini mengatakan  biar dia saja yang mengambil Android rekan kami yang terjatuh di pinggir kawah Bromo.Hal ini sangat masuk akal karena Sugeng mengenal dengan baik seluk-beluk Bromo dan kontur tanahnya mana yang  berbahaya dan juga mana yang aman untuk diinjak.Karena apabila kita bukan warga asli Bromo pastinya akan sangat berbahaya andaikan hanya  bermodal berani dan nekat mengambil HP Android yang terjatuh di dalam kawah.

Sugeng yang sehari-hari juga berjualan minuman di bibir kawah Bromo ini bergegas mengambil HP android rekan kami dengan berhati-hati dan HP bisa diambil dengan selamat.Untuk menghargai jasa baik warga asli Bromo ini rekan saya memberikan persenan (uang) kepada Sugeng.

Bromo dan penduduk aslinya dengan adat-istiadatnya yang masih cukup kental perlu kita jaga dan lestarikan agar salah satu peninggalan leluhur kita ini bisa tetap abadi dengan keasliannya dan diharapkan bisa menjadi pelajaran berharga  bagi anak cucu kita agar senantiasa menjaga alam dan memeliharanya untuk tidak melupakan sejarah agung tentang nenek moyang kita tentang sopan santun dan perilaku yang patut dicontoh walau itu hanya sekecil perbuatan yang mungkin menurut sebagian orang tidaklah penting.(Hendro B.L)

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu