FPI dan Beberapa Elemen Masyarakat Mendatangi Polresta Malang Terkait Pelecehan Kepada Nabi Muhammad

hendro, 04 Dec 2019, PDF
Share w.App T.Me
INDONESIASATU.CO.ID:

Malang-Viralnya video ceramah gus Muwafiq di purwodadi beberapa hari yang lalu membuat resah beberapa kalangan umat Islam.Pasalnya di dalam isi ceramah tersebut Gus Muwafiq dianggap oleh beberapa kalangan menghina atau melecehkan Nabi Muhammad SAW.Dalam isi ceramahnya antara lain menyebutkan kelahiran nabi biasa saja seperti bayi lainnya, Nabi rembes/tidak terawat lusuh dan jorok, Nabi tidak terurus karena diurus oleh kakek yang tidak bisa mengurus, sebut nabi didukunin oleh Siti Khadijah, juga menyebut nabi akan mencuri jambu apabila ada jambu di Arab.

Menyikapi hal.tersebut, beberapa elemen masyarakat di beberapa daerah menyatakan pendapatnya akan video ceramah Gus Muwafiq yang viral serta membuat heboh kalangan umat Islam di beberapa daerah di Indonesia."Saya pribadi menganggap seorang penceramah agama tidak semestinya asal bicara dan tidak pantas seorang Rasululloh SAW yang menjadi panutan umat Islam di dunia menjadi bahan guyonan atau lucu-lucuan,"ungkap salah seorang masyarakat sebut saja Ray (37).

"Mungkin maksud Gus Muwafiq tidak seperti itu apalagi dianggap menghina Nabi Muhammad,""ujar salah seorang warga.

Pada hari Rabu, 4/12/2019, pukul 01.00 wib beberapa unsur elemen masyarakat yang diwakili oleh Front Pembela Islam (FPI) Kota Malang mendatangi Polresta Malang untuk berkonsultasi dan nantinya akan menindak lanjuti membuat laporan secara tertulis yang isinya intinya tentang pengaduan ceramah Gus Muwafiq di Purwodadi yang sempat membuat resah umat Islam.FPI datang bersama ketua FPI Malang Habib Abdullah bin Shahab, Sekretaris FPI Malang Miqbill Husein Assegaf dan Kuasa Hukumnya.

"Kami ke Polresta Malang ini untuk mengadukan isi ceramah yang membuat resah umat Islam dan hari ini kami hanya berkonsultasi dulu dan besok akan kami buatkan laporan resmi secara tertulis,"papar H.Maskur SH kepada indonesiasatu.co.id.Penjelasan H.Maskur SH sebagai kuasa hukum yang ditunjuk oleh FPI mendampingi mereka saat menjelaskan kedatangan mereka di depan penyidik Polresta Malang dibenarkan oleh Miqbill Husein Assegaf sebagai pelapor (Sekretaris DPW FPI Malang ).

"Kami dari FPI bersama beberapa elemen masyarakat didampingi 2 kuasa hukum kami yaitu pak Maskur dan pak Beni memang kesini adalah bertujuan untuk mengadukan penghinaan kepada Nabi Muhammad dan walaupun kejadiannya di kota Purwodadi tetapi inilah bentuk partisipasi kami sebagai umat Islam yang tidak rela Nabi kita dihina seperti itu,"jelas Miqbill Husein.

"Laporan kami tadi sudah diterima dengan baik oleh penyidik dan Kasat Reskrim dan selanjutnya kita diminta melengkapi untuk laporan resmi secara tertulisnya,"sambungnya.

Indonesiasatu.co.id sempat dilarang penyidik untuk mengambil foto dan video saat rombongan FPI akan memasuki ruang penyidik.Menurut kuasa hukum dari FPI, Maskur SH mengatakan bahwa surat laporan pengaduan secara resmi dan tertulis akan diselesaikannya besok.(Hendro B.L)

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu